Customer Insight

Pemahaman mendalam tentang perilaku customer berdasarkan suhu yaitu Cold, Warm, dan Hot. Ini merupakan klasifikasi pelanggan berdasarkan tingkat kesiapan mereka dalam perjalanan pembelian (customer journey) pada marketing funnel, yang mencerminkan “suhu” kesadaran, minat, dan loyalitas terhadap brand Ashera Pompa. 

 

Tujuan :

Memahami perilaku pelanggan meningkatkan konversi melalui strategi tepat sasaran berbasis insight motivasi dan preferensi.

Definisi dan Karakteristik​​

Cold Customer

Berada di MOFU (Middle of the Funnel), tahap pertimbangan di mana mereka sudah “aware” akan brand Ashera Pompa melalui exposure ringan, tapi masih membandingkan opsi pada kompetitor.

Warm Customer

Mewakili tahap TOFU (Top of the Funnel), di mana pelanggan adalah “stranger”, belum pernah berinteraksi dengan brand Ashera Pompa, tidak mengenal produk/jasanya, dan sering kali tidak sadar akan masalah yang bisa diselesaikan oleh brand tersebut.

Hot Customer

Level HOT ini berada paling bawah atau BOFU (Bottom of the Funnel), yang siap memiliki konversi tinggi (>20%) karena sudah percaya terhadap brand Ashera Pompa, mengenal fitur/manfaat, dan adanya repeat order.

Pilar Fondasi Memahami Customers

Perilaku Pelanggan

Menjelaskan bagaimana pelanggan berinteraksi dengan produk atau layanan.

Mencakup: Pola pembelian, Frekuensi penggunaan, Loyalitas pelanggan, Respons terhadap promo, Cara menggunakan produk.

Masalah Pelanggan

Pain points adalah masalah utama, kendala, atau kesulitan yang dialami pelanggan. Pilar ini sangat penting karena solusi bisnis harus menjawab masalah ini. 

Mencakup: Kesulitan yang sering dialami, Keluhan pelanggan, Hambatan penggunaan produk.

Kebutuhan dan Tujuan

Menggambarkan apa yang dibutuhkan pelanggan dan apa yang ingin mereka capai dengan menggunakan produk.

Mencakup: Kebutuhan utama, Harapan terhadap produk, Target jangka pendek dan panjang.

Preferensi Pelanggan

Menjelaskan apa yang disukai dan diinginkan pelanggan terkait produk dan layanan.

Mencakup: Fitur favorit, Harga yang dianggap wajar, Media komunikasi favorit, Tampilan dan kemudahan penggunaan.

Perjalanan Pelanggan

Tahapan:
mengenal produk
mempertimbangkan
membeli Loyalitas (Membeli kembali).

Sales hebat harus paham pola belanja pelanggan (Cold-Warm-Hot), cara komunikasi favorit mereka, masalah utama, dan kendala beli agar bisa jualan yang pas dan meyakinkan.

FLOWCHART CUSTOMER INSIGHT --> CLOSING FLOW​

Prinsip Utama: Insight  —> Trust —> Value —> Closing

Flowchart adalah diagram atau bagan alur yang digunakan untuk menggambarkan urutan langkah dalam suatu proses secara visual.

Sederhananya:

Flowchart = Cara visual untuk menjelaskan “proses berjalan dari mana ke mana”.

INTRODUCTION – Bangun Trust & Konteks

Tujuan: bikin customer nyaman dan terbuka.

  • Small talk relevan

  • Validasi situasi mereka

  • Bangun positioning sebagai konsultan, bukan sales

Contoh:

“Biasanya di lapangan kendala paling sering muncul di bagian mana, Pak?”

Tujuan: gali masalah yang nyata dan spesifik.

Gunakan pola:

  • Kondisi sekarang

  • Target/harapan

  • Kendala

  • Dampak

Contoh pertanyaan:

  • “Sekarang sistemnya seperti apa?”

  • “Biasanya kendala terbesarnya di mana?”

  • “Kalau itu terjadi terus, efeknya ke apa?”

Tujuan: temukan root cause dan urgensi.

Teknik:

  • Kenapa itu bisa terjadi?

  • Seberapa sering?

  • Berapa kerugiannya?

Di sini kamu mulai mengangkat urgensi dan risiko.

Tujuan: customer sadar konsekuensi jika tidak berubah.

Struktur:

  • Risiko teknis

  • Risiko finansial

  • Risiko jangka panjang

Contoh:

“Kalau ini terus dibiarkan, biasanya biaya maintenance jadi lebih besar dari harga unitnya sendiri.”

Struktur penyampaian:

  • Hubungkan ke masalah mereka

  • Jelaskan cara kerja solusi

  • Jelaskan keuntungan jangka panjang

Contoh:

“Makanya kami sarankan tipe ini, karena dia lebih stabil di kondisi seperti yang Bapak alami.”

Mindset:

  • Dengarkan

  • Ulangi keberatan mereka

  • Jawab dengan data & konteks

Framework:

  • Empati

  • Klarifikasi

  • Jawaban

  • Kembali ke value

Tujuan: bukan memaksa beli, tapi menggerakkan keputusan.

Contoh:

“Kalau sesuai, kita bisa lanjut survei lokasi dulu.”

“Mau saya hitungkan estimasi detailnya?”

Digunakan kalau buying signal sudah jelas.

Contoh:

  • “Kalau kita proses hari ini, unit bisa kirim minggu ini.”

  • “Mau pakai DP atau full payment, Pak?”